Keikutsertaan MAN 1 Bengkulu Utara pada Pelatihan DPPPA Bengkulu Utara
Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Bengkulu Utara Dr. Jemi Sundaya, S.Pd.M.Pd ikut menghadiri kegiatan sosialisasi dan Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Terhadap Perempuan pada Rabu (26/8). Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkulu Utara dan berlangsung di Aula SMKN 2 Bengkulu Utara. Selain kepala madrasah juga ikut hadir perwakilan guru Bimbingan Konseling MAN 1 Bengkulu Utara, perwakilan dari pengurus komite serta 10 orang perwakilan orangtua/wali siswa MAN 1 Bengkulu Utara. Pelatihan ini juga diikuti oleh perwakilan dari SMAN 1 Bengkulu Utara, SMAN 2 Bengkulu Utara, SMKN 1 Bengkulu Utara dan SMKN 2 Bengkulu Utara.
Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Terhadap Perempuan yang mengangkat tema “Melalui Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Kita Perkuat Layanan yang Terpadu, Responsif dan Berperspektif Korban” ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkulu Utara Solita Meida, S.Pd., yang didampingi oleh Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Bengkulu Utara Dwi Lestari, S.STP., M.Si.
Hadir dalam kegiatan ini empat orang pembicara dengan materi yang berhubungan dengan perlindungan terhadap perempuan dan anak yaitu Beben Kurdiono, S.H.M.H (Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Kelas I Bengkulu), Susi Handayani (Yayasan PUPA Bengkulu), Stephanie D.Lesmana, S.Psi.M.Psi (Psikolog klinis) dan Julisti Anwar,S.H (Advokat Posbakum Aisyiyah Bengkulu Utara).
Menurut salah satu peserta, Dian Montanesa, S.Pd selaku perwakilan guru BK MAN 1 Bnegkulu Utara bahwa melalui pelatihan yang menekankan pada Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan ini menambah wawasan peserta terutama kaum perempuan akan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kita diharapkan mampu untuk melaporkan, mencegah serta berani menolak segala bentuk kekerasan perempuan dan anak yang merugikan, sehingga diharapkan tercipta lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat yang aman dan ramah anak”, papar Dian.
“Semoga ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal pengetahuan pendampingan para siswa yang ada di MAN 1 Bengkulu Utara. Para siswa tidak perlu ragu untuk mencari bantuan baik kepada guru, orangtua atau pihak berwenang lainnya jika mengalami atau menjadi korban kekerasan”, tambah Dian.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Survei Sahabat KBC di MAN 1 Bengkulu Utara: Upaya Mengukur Implementasi Program di Lingkungan Madrasah
Dalam upaya mengukur implementasi program di lingkungan, Madrasah Aliyah Negeri 1 Bengkulu Utara melaksanakan survei Sahabat KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) oleh guru dan siswa &nb
Balai Bahasa Dorong Peningkatan Kompetensi Berbahasa Indonesia Melalui Sosialisasi UKBI di MAN 1 Bengkulu Utara
Dalam upaya meningkatkan kecakapan dan literasi berbahasa Indonesia di kalangan generasi muda, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indo
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Kepala Man 1 Bengkulu Utara Donor Darah Massal
Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama, kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Bengkulu Utara Dr. Jemi Sundaya, S.Pd.M.Pd beserta beberapa perwakilan siswa ikut berpartisi
Tingkatkan Kompetensi, Pelaksana Humas MAN 1 Bengkulu Utara Ikuti Rakor dan Workshop Kehumasan
Salah satu upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan kualitas publikasi di bidang kehumasan, pelaksana hubungan masyarakat (Humas) MAN 1 Bengkulu Utara Apriani, S.P
Kasi Penmad Kemenag Monitoring Pelaksanaan Simulasi TKA Gelombang I di MAN 1 Bengkulu Utara
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Utara Sarmidan, M.Pd.I melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik&n